TRIWIKRAMA BUDAYA

KRITIK MEMBANGUN UNTUK RAJA JAWA

Pernyataan bersama Mas Kumitir & Wong Alus

Bagaimana memajukan negeri kita agar bisa setara dengan negeri-negeri lainnya seperti China dan Jepang yang memiliki cadangan devisa terbesar di dunia? Salah satu hal yang kami sepakati adalah diperlukan sebuah revolusi budaya di negeri kita. Kenapa harus budaya? Sebab intisari budaya adalah pola pikir, perilaku, kebiasaan yang sudah berakar kuat dalam kurun waktu yang panjang. Pola pikir para anak bangsa yang cenderung tidak kreatif, tidak inovatif dan secara salah menafsirkan harapan hidup pada akhirnya melahirkan generasi yang tidk memahami sangkan paraning dumadi.

Inilah masa sekarang. Generasi yang dimanja oleh situasi yang memang membius mereka dalam kemudahan dan tidak mengenal proses perjuangan untuk merengkuh kebebasan dan kemerdekaan. Pengembangan diri bersifat pragmatis dan materialistis yang hanya ditujukan untuk meraih prestasi dan melupakan pengembangan diri yang bertumpu pada budaya keindonesiaan kita.

Siapa yang harusnya memulai untuk mengadakan gerakan REVOLUSI BUDAYA? Menurut hemat kami, yang harus mengawali adalah meraka yang selama ini hidup di sentra, kantong, dan EPISENTRUM BUDAYA. Siapa lagi kalau bukan PARA RAJA dan PARA KERABAT DAN SENTANA DALEM. Raja tidak hanya simbol, merekalah yang mengganggam RUH BUDAYA karena dari sala sesungguhnya dimulainya BUDAYA.

PARA RAJA JAWA (KHUSUSNYA RAJA DI KRATON KASULTANAN NGAYOGYAKARTA HADININGRAT, RAJA DI KRATON PURI PAKUALAMAN, RAJA DI KRATON MANGKUNEGARAN, RAJA DI KRATON KASUNANAN SURAKARTA) kini tidak mampu lagi menempatkan dirinya dalam kancah perubahan budaya di masyarakat modern.

Mereka terpaku dan hanya jadi penonton perubahan budaya yang berlangsung cepat. Mereka tidak mampu menjadi PENGGERAK BUDAYA yang konon sangat adiluhung. Bagaimana bisa menjadi penggerak budaya bila kita semua hidup semakin HEDONISTIK DAN FEODALISTIK?

Para raja itu masih hidup tapi tidak memiliki semangat untuk menjadikan masyarakat yang berbudaya Jawa tersebut maju, berilmu tinggi dan mampu mengolah rasa/dzikir dan pikir mereka sehingga menjadikan budaya sebagai basis pengembangan diri. Masyarakat yang kehilangan JATI DIRI BUDAYA tempat dimana dulu mereka dilahirkan akan tumbuh sebagai masyarakat yang anti peradaban dan cenderung hanya menyerap peradaban modern tanpa disaring.

Budaya membaca, menulis, mengolah diri menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur dan sesuai dengan jati diri bangsa kian lama kian hilang. Padahal di dalam khasanah budaya Jawa kita mengenal kearifan lokal bagaimana hidup di tengah perubahan yang cepat.

Kami telah berusaha keras untuk mendapatkan berbagai kitab-kitab Jawa kuno baik berupa manuskrip, fotokopi, atau buku aslinya tapi itu lebih banyak kami dapat dari buku-buku yang dijual dipinggir jalan. Sementara buku0buku yang ada di Kraton yang kami yakini masih bertumpuk di gudang-gudang semakin dimakan kutu buku dan rayap.

Keraton -sejauh kami tahu- tidak memilikniat untuk membuka akses buku-buku babon dari para pujangga Jawa. Para Raja, Para Kerabat dan Para Sentono Dalem tidak memiliki keinginan sedikitpun untuk MBEBER KAWICAKSANAN dan selama ini lebih cenderung untuk HANYA MENYIMPAN DALAM GUDANG SAJA.

Inikah FUNGSI KRATON SEBAGAI SARANA UNTUK NGURI-URI KEBUDAYAAN JAWA YANG ADILUHUNG ITU? Bila Kraton dan juga para Raja menyadari fungsinya sebagai penggerak dan pelumas bergeraknya budaya, harusnya mereka membuka akses kepada masyarakat seluas-luasnya untuk mendapatkan informasi termasuk juga mendapatkan KUNCI MASUK KE PERPUSTAKAAN KRATON.

Menyimpan buku-buku/naskah-naskah kuno dan menganggapnya sebagai JIMAT adalah sangat bertentangan dengan membangun budaya dan secara umummembangun bangsa. Sebab membangun bansa diperlukan gotong royong yang erat berdasarkan profesi dan kompetensinya masing-masing. Bila budayawan Jawa saja kesulitan untuk mendapatkan akses ke kraton, mana bisa mereka mengetahui nilai-nilai buday Jawa jaman dahulu bila tidak dari buku-buku kuno?

BUDAYA bukanlah hanya HASIL, sebagaimana candi-candi, rumah-rumah adat, kitab-kitab kuno, adat istiadat, benda-benda seni dan lainnya. Budaya adalah sebuah PROSES yang terjadi di masyarakat yang harus terus BERINOVASI dan memiliki ENERGI KREATIF yang besar untuk memajukan kemanusiaan yang lebih manusiawi, yang memiliki rasa kebertuhanan yang lanjut dan hingga sampai kesimpulan penghayatan hidup.

Untuk mengetahui HAKIKAT BUDAYA, kita memerlukan sebuah proses MEMBACA DAN MENULIS. Baik membaca KITAB YANG TERTULIS, maupun membaca dalam arti yang luas yaitu MEMBACA KITAB TIDAK TERTULIS, yaitu ALAM SEMESTA beserta ciptaanNya. Sementara MENULIS berarti mengadakan PERENUNGAN dan MENGOLAH DENGAN AKAL PIKIR hingga kemudian berlanjut ke tahap MELAKUKAN DALAM PERILAKUNYA SENDIRI-SENDIRI.

Sebagai bagian dari semangat NGANGSU KAWRUH itulah maka, sudah pada tempatnya bila PARA RAJA DI RAJA (KHUSUSNYA RAJA DI KRATON KASULTANAN NGAYOGYAKARTA HADININGRAT, RAJA DI KRATON PURI PAKUALAM, RAJA DI KRATON MANGKUNEGARAN, RAJA DI KRATON KASUNANAN SURAKARTA) membuka akses yang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk MEMPELAJARI kitab-kitab kuno yang hingga saat ini masih tersimpan erat dalam gudang-gudang mereka.

Demikian uneg-uneg dari kami, semoga para RAJA JAWA menyadari KEMBALI PERANNYA SEBAGAI PEMIMPIN KHALIFAH DI MUKA BUMI, PENYANGGA BUMI, PENATA AGAMA, Mohon maaf bila tidak berkenan dan MONGGO KEPADA REKAN-REKAN YANG SEGARIS PERJUANGAN UNTUK BERGABUNG DENGAN KAMI DALAM GERAKAN REVOLUSI BUDAYA JAWA INI.

Hormat kami,

Ttd

Mas Kumitir alangalangkumitir.wordpress.com

Wong Alus wongalus.wordpress.com

~ oleh dBo pada Juni 26, 2009.

48 Tanggapan to “TRIWIKRAMA BUDAYA”

  1. sabdalangit Says:
    June 9, 2009 at 4:29 pm

    SALAM HORMATKU KEPADA KI WONGALUS & MAS KUMITIR

    Saya selalu menyimak dengan cermat di manapun panjenengan berdua selalu menggores pena, disitulah tampak sumunaring surya, pencerahan demi pencerahan, bagaikan kekuatan aufclarung yang begitu dahsyat. Memang benar apa yang panjenengan katakan. Kerajaan di Nusantara, baik yang ada di pulau Jawa dan luar Jawa, masih banyak sekali terdapat kerajaan. Namun kerajaan bagaikan sangkar yang tiada penghuninya lagi. Kerajaan yang hilang gaungnya. Raja lebih menikmati berbisnis dan berpolitik. Kepedulian terhadap perannya sebagai cagar budaya Jawa, Melayu, dan yang lainnya sudah terbengkalai. Jika di zaman dahulu Raja berperan pula sebagai seorang spiritualis handal, kini hanyalah simbolisme tanpa makna. Ibarat harimau kehilangan taringnya. Padahal, kelak negeri ini akan mencapai kejayaannya kembali, manakala masing2 suku bangsa kembali menghayati dan melestarikan kearifan lokal, memiliki jiwa apresiasi tinggi terhadap seni dan budaya serta tradisi yg indah sekali. Kita telah mendapat pelajaran berharga bagaimana bangsa bangsa di
    Asia yakni Cina, Jepang, India, Korea, Taiwan, Thailand, mereka dapat eksis berkat kekuatan akan jatidiri bangsa yg tidak mudah terombang-ambing nila-nilai asing yg melahirkan diskrepansi dengan akar budi daya setempat. Bangsa menjadi kehilangan arah dan jatidiri, bangsa yg serba salah tingkah, tdk sinergis dan harmonis dengan keadaan alam sekitar. Pada gilirannya, bangsa ini benar-benar menjadi bangsa tercerabut dari akarnya, limbung lalu jatuh tersungkur. Semoga pencerahan demi pencerahan disuarakan oleh para generasi muda bangsa, yg masih memiliki semangat dan energi yg tak kenal lelah.

    Dengan adanya uneg-uneg di atas semoga menjadi pintu pembuka kesadaran bagi semua pihak yg bertanggungjawab atas pelestarian budaya dan ragam kekayaan nusantara peninggalan nenek moyang. Betapa ilmu setinggi apapun tak akan bermanfaat sedikitpun bila hanya tersimpan rapat di “gudang”. Dapat dibayangkan, bila buku2 kuno yg sangat tinggi nilai filosofinya hanya “bermanfaat” untuk pakan rayap dan lengit.

    Salam asah asih asuh
    sabdalangit

    dBo says:
    June 10, 2009 at 2:41 am

    Luar biasa, sebuah uraian hasil analisa super-kritis dari kadang sutersnaku mas Alus dan mas Kumitir…
    Proses PENGHANCURAN-BUDAYA yang terjadi diberbagai belahan dunia termasuk ‘NKRI’, sebenarnya telah dimulai sejak abad ke-13 (contoh: sejarah Iran dan tentu saja di Jawa/Singhasari) dan lebih meluas lagi pada awal abad pertengahan yang terkenal dengan gerakan Renaissance/Pencerahan (dbo911mosaik.wordpress.com/penciptan adam). Sampai sekarang masih berlangsung, spt pencurian benda2 purbakala warisan-budaya. Invasi serangan ke Irak, penghancuran pertama adalah musium-purbakala dan 3-hari setelah itu beberapa benda warisan-budaya telah berada di luar-negeri…
    Pencurian di Musium Radya-Pustaka Sala(karta)….
    Seorang Syekh Siti Jenar, sebenarnya sudah melihat/mencium tanda2 penjarahan/perusakan Budaya-Bangsa, dan seorang Bung Karno yang akan merajut kembali NKRI menjadi Mosaik Nuswantara Kertagama Raharja Indonesia.
    Kedua tokoh tersebut akhirnya ‘terpancung; oleh HOLLOW-COURSE, yang pertama oleh ‘Ajaran Sesat’ dan yang kedua oleh G30S-PKI…
    BUDAYA adalah laksana Akar-Tunggang/Tunjang sebuah Pohon, yang akan menjadikannya TUMBUH BERKEMBANG, KOKOH-RINDANG, BERUMUR-PANJANG…DAN MEMBERIKAN KESEJUKAN SERTA KETEDUHAN…
    Namun apabla Akar-Tunggang/Tunjang ini kita hilangkan, jadilah Pohon-Kerdil (istilah kerennya Bonsai)…
    Dan kita sedang menjalani PROSES PENGKERDILAN BANGSA…
    Contoh nyata, Aborigin, Aztec, Inca, Maya… Dan ini bukannya tidak tidak mungkin menjadi SILENT-GENOCIDE…. Sangat memprihatinkan bahkan mengerikan…….
    Berkait dengan pengalaman saya diatas, ijinkan saya menyampaikan usul thd judul artikel penjenengan REVOLUSI menurutsaya (maaf, jelas subyektif) kurang cukup dan kurang pas. Kalau setuju, sekedar urun-rembug, bagaimana kalau diubah “TRIWIKRAMA-BUDAYA”
    Sekali lagi mohon maaf…sekedar usulan saja.
    Mari kita bergandeng-tangan mengembalikan dan mengangkat HARKAT DAN JATI-DIRI BANGSA DISERTAI RASA BANGGA AKAN TITAH/FITRAH SERTA SELALU ELING AKAN SANGKAN PARANING DUMADI…….
    Salam TRIWIKRAMA…kagem panjenengan kekalih
    Rahayu…

    wong alus Says:
    June 10, 2009 at 3:26 am

    Yth KI SABDA, matur nuwun. Urun renbugnya juga saya posting di blog alang alang kumitir. Saya punya usul agar Pernyataan-Pernyataan di blog ini nantinya bisa kita sebarkan ke website-website yang laindan juga kita print dan kirimkan ke para Raja di (sementara ) Empat Kerajaan di Jawa agar mereka menyadari dan melek eksistensinya sebagai panjer hidup budaya.
    Yth Mas dBo; matur nuwun dukungannya, dan usul TRIWIKRAMA BUDAYA adalah usulan yang tepat mas. Akan kami diskusikan dengan mas Kumitir dan bila sepakat, kata REVOLUSI akan diubah dengan TRIWIKRAMA BUDAYA saja. Dan saya usul bagaimana bila para kadang semua yang membuat pernyataan disini dicatat sebagai pembuat pernyatan?. Monggo bila berkenan untuk mempublish bareng2 di blognya masing-masing dan mencantumkan nama pembuat pernyataan termasuk nama Mas dBo.
    Tanggapan Panjenengan ini juga kami posting di blognya Mas Kumitir.
    Terima kasih. Salam perjuangan TRIWIKRAMA BUDAYA!

  2. pamuji rahayu.

    saya ikut mendukung dengan antusias Ki dBo, kangmas Sabda, Ki Wong Alus , dan semua para kadhang.. semoga perjuangan kita untuk mengembalikan jatidiri bangsa Nusantara segera terwujud dengan TRIWIKRAMA BUDAYA..,matur sembah nuwun,

    salam TRIWIKRAMA BUDAYA..,
    rahayu..,

  3. SIAAAAAP PERINTAAAAAAAH KOMANDAAAAAAAAAN..
    Salam Sayang

  4. maaf.. kangmas dbo… saya amsuk rumah panjenengan belum ” kulo nuwun.. ” mohon di ma’ng’afkan.. ya…, hehehe.. pintunya..,
    salam sayang..

  5. Yth. Para Kadang Ingkang Sihkatresnan,

    @ Kimas Hadi Wirojati:
    Ngaturaken agunging panuwun kagem panjengan, sampun karsa paring dukungan lan pandonga. Sumangga dipun sekecakaken lenggah pinarak wonten ing gubuk-reyot kawula.
    Nyuwun pangapunten, radi sauntawis anggenipun kawula ngaturi lenggah…

    Mugi Gusti Ingkang Murba Jagat tansah paring Karahayon dumateng panjenengan sakaluwarga…

    Salam TRIWIKRAMA guna merajut kembali Mosaik Nuswantara Kertagama Raharja Indonesia…..

    @ kangBoed:
    Maahhaap saudaraku tercinta yang disertai gaya kkhhhaaasssnya…rasanya perlu diPATENkan…atau sdh…he..he..he..
    Dengan penuh kekocakan dan kesabaran membimbing para kawula muda setapak demi setapak meMAKNAi tiap peristiwa yang dijumpai dalam pengALAMan hidupnya masing2…
    Akhir yang paling utama, batiniah/spiritual mereka matang secara ALAMiah, bukan KARBITan…..
    Dan Tumbuh-Berkembang menjadi berbagai POHON YG KOKOH, RINDANG, SEJUK, TEDUH…yang dibawahnya MAMPU MENUMBUHKAN KEANEKA-RAGAMAN HAYATI…

    Itulah Pohon-ALAMiah yang dengan kesabaran dan ketekunan serta secara TEPAT meMAKNAi tiap langkah, tiap tarikan napas dalam menjalani pengALAMan hidup mereka..
    Itulah JATI-DIRI ALAMIAH/SEJATI…
    BUKAN JATI-DIRI BONSAI…

    Terimakasih yang mendalam atas dukunganya, semoga TRIWIKRAMA-BUDAYA dapat tewujud bahkan mengejawantah menjadi 333TRIWIKRAMA…

    Semoga Gusti Ingkang Murbeng Dumadi Karsa Hangijabahi…….

    Ijo Royo-royo, Gemah Ripah Loh Jinawi, Tata-tentrem Karta Raharja… Kembalilah Zamrud Khatulistiwa yang penuh JATI-DIRI SEJATI…

    Salam…Rahayu Karahayon kagem kangBoed sekeluarga…

  6. TRiWIKRAMA…
    Sekalipun bangkit melawan kezaliman dan penindasan, TRIWIKRAMA adalah perubahan wujud atas dasar kemurkaan.
    Bukankah sebuah perlawanan adalah diam…
    Diamnya gerak…
    Geraknya diam…
    Tak terlihat…
    Namun terasa sampai kedalam lubuknya budi nurani…
    Tan keno kinoyo ngopo…

    Rahayu…
    Hong Wilaheng, Awignam Asthu…..

  7. Masa-masa kebesaran kerajaan KASULTANAN NGAYOGYAKARTA HADININGRAT, PURI PAKUALAMAN, MANGKUNEGARAN, KASUNANAN SURAKARTA telah usai. Mereka adalah bagian lembaga sosial masa lalu yang sudah tancep kayon disaat mangkatnya Kanjeng Sinuhun PB XII dan HB IX.

    Saat ini adalah era awal kebangkitan MATARAM baru dimana Gusti ngawulo alit, para pemimpin mendedikasikan hidupnya bagi kesejahteraan dan keadilan rakyatnya.

    Triwikrama budaya adalah upaya mutergiling bagi penyelamatan kemanusiaan.

    Triwikrama budaya adalah upaya untuk menemukan kesejatian diri.

    Triwikrama budaya adalah upaya agar manusia memanusiakan dirinya.

    Tatwam Ashi
    Bhinneka Tunggal Ika
    Tan Hana Dharma Mangrwa

  8. Matur nuwun kagem Kangmas DBo atas dukungan dan ide triwikrama budayanya. Mohon ijin taut blog panjenengan. Mugi tansah pinaringan sehat lan meneping manah. salam alus

  9. kemana mbaaaaah.. kangeeeeennnnnn
    Salam Sayang

  10. Yth.ki dimas Itempoeti,
    Terimakasih atas dukungannya thd TRIWIKRAMA-BUDAYA.. 3 Pilar Utamanya memang Kesadaran thd SANGKAN PARANING DUMADI – JATI DIRI SEJATI – SANG ADI KODRATI…

    Rahayu Karahayon…..

    Yth.kangBoed…
    Terimakasih juga, saya agak lama tidak koment di Oase kangBoed, tapi selalu melongok…

    Semoga kangBoed selalu mendapat anugerah sehat wal afiat dari Allah swt, dalam tugas mengawal para Kawula-Muda menemukan JATI DIRI SEJATInya…

    Salam Kangeeennn juga…

    Yrh.ki dimas Wong Alus…
    Sumangga, kawula tampi kanthi bingah ingkang tanpa upami, bilih panjenengan karsa TAUT ‘Gubug-Penceng’ kawula menika dumateng Blog panjenengan…

    Semoga Gusti Ingkang Murba Jagat Karsa Hangijabahi Tekad kita mbabar TRIWIKRAMA-BUDAYA…

    Rahayu Karahayon…..

  11. kulonuwun…
    mampir bade kekangenan dengan poro sederek sedoyo…

    • Yth.ki dimas Mahendrattunggadewa…
      Sumangga dipun sekeca’aken pinarak ing ‘gubug-penceng’ menika… Hananging nyuwun pangapunten namung anggur-angguran…he..he..he..
      Matur nuwun sampun karsa mampir…

      Rahayu…Karahayon

  12. […] pendapat ini untuk mensikapi dari seruan beberapa sahabat sejatiku.. Mas Wong Alus.. Ki Kumitir.. mas dBO911.. Kang Mas Sabda Langit.. Mas Pengembara Jiwa.. Ki Ngabehi.. Mas Item Poeti.. Kang Cephot […]

  13. pamuji rahayu…,
    sagung kangmas Dbo ingkang dahat luhuring budhi…, nyuwun gunging pangaksami rehne sampun tansah dangu mboten nyambangi panjengan, mugya tansah rahayu karaharjan sedayanipun.., mugya Gusti ingkang murbeng dumadi hangijabahi napa ingkang dados pangangen angen kita untuk bertiwikrama demisantosaning nagari bangsa lan kawula.., dipun paringi keketing angga ingkang tumuju dateng sakjeroning rahsa…, nuwun..,
    salam sihkatresnan
    rahayu..,

  14. Yth.Sedulur Sejati kimas dbo…lan sakabeh Sedulur Tunggal-Sikep NKRI….
    SikapSamin tetep ndukung lan ndedonga… Mugi Gusti Ingkang Maha…Tansah Hangijabahi…Tekad Kita mbabar TRIWIKRAMA-BUDAYA NKRI….

    Hanyingkirake Imperialisme-Kolonialisme… dalam berbagai Kedok…

    Rawe-rawe…Rantas…
    Malang-malang…Putung…
    Sakabeh Reribed lan Rubeda…
    Bali…menyang asale…

    Bhinneka Tunggal-Sikep
    BHINNEKA TUNGGAL IKA…
    BAKUH-KUKUH-UTUH…NKRI

    Samin adalah Sikap

  15. Mas, mohon ijin share comment disini, sebelumnya saya ucapkan beribu terimakasih.

    SELAMATKAN GENERASI BANGSA

    Salam karaharjan, salam tresno asih, teruntuk para pembaca, diskuser, para sanak kadhang ingkang dahat kinurmatan dan semua yang mampir di pondok ini.
    Dua hari ini saya benar2 berkabung dan sedih melihat nasib bangsa ini yg kian terpuruk oleh ulah sebagian orang berduit, aktor politik yg gelap nuraninya.
    Celakanya, org-org yg banyak belajar agama secara TEKSBOOK, ekonomi yang sangat menghimpit, namun kurang berbekal ilmu pengetahuan, SEHINGGA terlalu mudah dijebak oleh situasi yang menjebak diri, dan MUDAH dimanfaatkan oleh siapapun SI RAJA TEGA, atau aktor politik yang oportunis dan egois.

    Agama tanpa ilmu pengetahuan yg luas, akan mudah diombang-ambing, lalu terpuruk dan mudah dipermainkan oleh situasi politik kacau. Sebaliknya ilmu pengetahuan tanpa agama akan menjadi mesin penghancur peradaban dan alam semesta. Ilmu dan agama idealnya bersanding saling melengkapi dan mendukung. Dan selalu mencari sisi positifnya hubungan keduanya. Agama harus lebih terbuka, karena norma agama mengatur tata moral dalam diri (inner world) untuk masing2 individu, alias pengendalian dari dalam diri. Karena agama sebagai WADAH NORMA (norma agama) agar tidak kacau (A=tidak, Gama=kacau) dalam kehidupan dunia yg serba DINAMIS.
    Agama ada untuk menata moral dan batin (dalam jagad kecil) agar selaras dengan hukum alam semesta. Serta TIDAK untuk menyerang dan mencelakai orang lain. Sanksi norma agama berupa “dosa/neraka”. Berbeda dengan NORMA SOSIAL dan HUKUM. Walau norma sosial dan hukum banyak mendapat inspirasi dari norma religi, namun kedua norma tsb orientasinya diterapkan utk implementasi ke lingkup tata moral masyarakat dengan konsekuensi sanksi sosial dan sanksi hukum.

    MAKA DARI ITU SAYA PRIBADI MENGAJAK PARA PEMBACA YG BUDIMAN, PARA SANAK KADHANG, PARA RAWUH DAHAT KINURMATAN di pondok ini UNTUK TIDAK TERPANCING DAN TERPENGARUH OLEH TRAGEDI MARIOT II & RITZ. Biarlah di tingkat elit berkecamuk dan terjadi perpecahan, namun jangan sampai terjadi FRAGMENTASI di tingkat ARUS BAWAH.
    Kita semua harus tetap harus SOLID menjalin kerukunan, ketentraman, dan kedamaian GENERASI bangsa. Semua itu tergantung pada diri kita masing-masing. Kita pertahankan tradisi BERSAMA dalam PERBEDAAN.

    Oleh sebab itu perlu dan sangat perlu kita semua meningkatkan kesadaran setinggi-tingginya, agar supaya KESADARAN KITA LEBIH TINGGI dari segala macam SITUASI BURUK yang barusaja melanda negeri. Sehingga kita tidak mudah terpancing emosi. Sebaliknya MENJADI MUDAH menganalisa dan MEMAHAMI apa SESUNGGUHNYA yg terjadi. Kita tidak meraba-raba lagi, kita tidak berspekulasi, dan kita tidak berprasangka buruk yg salah kaprah. Jika kita SALAH BERSIKAP, hanya akan menambah keadaan semakin runyam.

    PALING UTAMA adalah, kita tingkatkan sikap eling dan waspadha, memasuki bulan AGUSTUS dan SEPTEMBER ’09. Bila alam pun akhirnya menjadi murka lagi, semoga kita semua, bangsa ini, selalu diberikan keselamatan jiwa raga, dan mampu melewati masa-masa sulit saat ini dan di saat yang akan datang. Semoga kesadaran kita semakin tinggi, seiring waktu berjalan detik demi detik.

    salam hormat,
    salam karaharjan,
    salam asah asih asuh,
    salam sih katresnan
    selamatkan generasi bangsa
    Jayalah NKRI

  16. Berdua…
    tancapkan bendera di ketinggian
    kibarkan cinta dan kerinduan
    Bersama…
    sematkan bara di dada
    panas menyakitkan
    damba menggairahkan
    Ya..
    cinta kita bukan tali kekang yang mencederai perbedaan
    cinta kita bukan petikan gitar yang mengharap syair biduan
    cinta kita adalah cangkul di tangan petani
    tetes keringat kuli
    gemericik air di kali
    Bersatu…
    jiwa kita titisan Garuda
    membubung tinggi mendobrak batasan cakrawala
    hasrat adalah guntur
    gelegar mengoyak tirani dogma
    dekap erat mengerjap
    bibirmu di bibirku memercik api
    ledakkan gairahnya
    satukan dalam warna
    MERAH.. PUTIH..
    ..terbakar aku oleh merahmu
    ..kulebur kau dalam putihku
    MERAH PUTIH

  17. Ahh…Kang Tommy,
    Jadi inget GOMBLOH…
    Merah darahku..Putih Tulangku,

    Lanjut Kang…
    Hidup MERAH PUTIH

  18. Hallo..Hallo ..salam kenal yah. SALAM

  19. Hallo juga,
    Salam kenal..
    Nice post:mrgreen:

  20. kulonuwun ki….
    maap baru bisa berkunjung….artikel ini bagus sekali….semoga para raja2 nusantara mau mendengar dan membaca jeritan hati para pemerhati budaya utk segera cancut tali wondo gumregah sepi ing pamrih rame ing gawe gotong royong bahu membahu membangun nuswantara tercinta ini utk supaya bisa menjadi tamansari dunia…

    nuwun

  21. Setahu saya budaya Indonesia yang dikenal turis mancanegara adalah Bali. Ini sebabnya banyak turis berdatangan ke pulau Bali. Sementara daerah lain kurang dikenal oleh para turis asing. Namun pemerintah di harapkan terus mempromosikan budaya daerah lain agar dikenal turis mancanegara

  22. Saudaraku…,
    Sebangsa dan Setanah Air, Satu Tumpah Darah Indonesia, Berbahasa Satu Bahasa Indonesa. Perkenankan saya setitik air di Samudra Masyarakat dengan nama “Impoen Samudra” datang dari Laut Selatan JOGJAKARTA, yang memiliki hak yang sama seperti saudara-saudara yang lain dalam hidup berbangsa dan bernegara karena sejatinya kita adalah sama (Ciptaan dan Umat Tuhan) dan semoga apa yang Ada di dalam tulisan ini dapat menjadikan Solusi bagi Bangsa Indonesia Tercinta dimana banyak yang telah lepas kontrol dan telah lupa akan PESAN SUCI NENEK MOYANG KITA. “Kutitipkan Bangsa dan Negara Ini Kepadamu”. Ingat Saudara kita tinggal menjaga dan meneruskan bukan merintis, lalu bagaimana jika menjaga saja tidak bisa….???.

    Saudara-saudaraku sekalian, Setelah Melihat, Mengamati, Menimbang kejadian dalam berpolitik serta kehidupan dalam berbangsa dan bernegara yang semakin hari semakin membahayakan serta sangat mengancam kelangsungan hidup Tumpah Darah dan Kedaulatan NKRI, di tambah lagi dengan adanya Aksi TERROR, Maka, mohon dengan hormat buat Saudaraku “JAGO WIRING KUNING”. yang tak lain adalah TNI Mohon dengan hormat Jangan Hanya Diam Saja.

    Apakah saudara lupa bahwa tugas Saudara adalah sebagai “BENTENG-BENTENG NEGARA”. dimana paruhmu tajam bak sembilu, Tubuhmu kekar, Otot kawat balung wesi, Bulu dan Sayapmu Berkembang di seantero Bumi Nusantara mengayomi seluruh Anak Bangsa yang rindu akan Arti sebuah KEMERDEKAAN SEJATI dalam bingkai NKRI. Kakimu berdiri kokoh di atas Bumi Nusantara, Jalu/Tajimu Tajam siap menusuk Pengkhianat NKRI, Cakarmu begitu kuat mencengkram BUMI NUSANTARA dengan semangat “Bihneka Tunggal Ika”.

    INGAT… Saudara…!!!
    Tugas utama Saudara adalah “MENGAMANKAN BANGSA DAN NEGARA” Jadi sekali lagi mohon dengan hormat tolong segera ambil tindakan tegas :

    1. SELAMATKAN BANGSA DAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI)”.
    2. BERSIHKAN GARUDA PANCASILA DARI KUTU DAN JAMUR.
    3. PERKOKOH PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA DENGAN SEMANGAT “BIHNEKA TUNGGAL IKA”.
    4. AMBIL SIKAP DAN TINDAKAN TEGAS MANA YANG WAJIB DI SELAMATKAN, MANA YANG MASIH BISA DI DIDIK, DAN MANA YANG HARUS DI LEBUR.
    5. JANGAN TAKUT DENGAN HAM DAN PERATURAN YANG SENGAJA DIBUAT DENGAN TUJUAN UNTUK MEMPERLEMAH KEKUATAN SAUDARA, INGAT SAUDARA…!!! JIKA SAUDARA LEMAH, MAKA NKRI YANG KITA CINTAI JUGA IKUT LEMAH.

    Maka dari itu BERTINDAKLAH…!!!
    ————————————————-
    Buat Saudara-saudaraku sesama setitik air disamudra masyarakat… ada pertanyaan yang mendasar yang harus Saudara renungkan dan jawab di dalam HATI NURANI, JANTUNG, dan OTAK Kita. Mengenai Rasa Cinta dan bhakti ke pada Ibu Pertiwi yang di sebut juga INDONESIA:

    1. SAUDARA KAMU LAHIR DIMANA ?
    2. KAMU HIDUP DIMANA ?
    3. KAMU MAKAN DARI HASIL BUMI MANA ?
    4. LALU KOTORANMU KAMU BUANG DIMANA ?
    5. NANTI JIKA KAMU MATI KAMU AKAN DI KUBUR DIMANA ?
    6. PILIH SALAH SATU APA DI: ARAB, AMERIKA, CHINA, INDIA ATAU…. DI INDONESIA/NKRI…???!!!.
    Silahkan Saudara Renungkan dan jawablah didalam HATI NURANI, JANTUNG, dan OTAK Saudara.

    Marilah Saudara-saudaraku, yang masih memiliki rasa Cinta dan bhakti kepada Ibu Pertiwi. Mari bersama kita tanamkan tekat yang kuat didalam “HATI NURANI, JANTUNG serta OTAK kita”, dan kita berdayakan kemampuan diri kita masing-masing, Bersatu bersama Benteng-benteng Negara, Bentangkan Rantai Baja Persatuan, dan Tanamkan Sikap Kemandirian Bangsa, kita teruskan dan kita wujudkan secara bersama-sama Negara yang “Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto Tentrem Kerto Raharjo”, tanpa mamandang “SARA” dan “INGAT” jangan sekali-kali menunggu datangnya “Sang Tunjung Seto” karena jika Saudara sekalian yakin telah menemukan DIRI SEJATI di dalaman kejernihan HATI NURANI adalah bagian dari “TUNJUNG SETO” itu sendiri.
    Akhir kata:
    “Ayoo… bersama kita tunjukan kepada dunia bahwa kita mampu “BANGKIT..!!!”, dan Jangan buat leluhur Nusantara malu”.

    Mohon maaf jika ada yang salah mohon di tunjukan letak kesalahanya dan tolong di luruskan.

    Salam.
    NKRI HARGA MATI….!!!!
    JAYALAH INDONESIAKU…!!!

  23. Tulisan yang membumi.
    Untuk bisa maju secara kualitas tidak semata kuantitas, memang sangat dibutuhkan fondasi akar budaya bangsa, tidak jatuh dalam kapitalisme pasar dalam agama dan keyakinan. Jangan sampai kita menjual “diri”, mengobral “agama”, melelang budaya, hanya sekadar membeli budaya luar, melupakan esensi satu dalam perbedaaan, dan keanerakagaman dalam perpaduan semangat membangun.
    Membangun budaya, tidak lepas dari pengaruh pendidikan sejak dini. Orang tua, para guru, dan media menjadi fondasi sebuah rumah besar bangsa ini “karakter yang berbudaya”.
    Semoga dapat cepat terwujud, bukan pula terwujud dalam keroposan.

  24. Wus mantun hanggenira piningit
    Linuwaran dening Allah
    Kinen anyapih gung-agenging perang brubuh
    Hanyirnakaken DURJANA DURMALA DURMADI

  25. Bali adalah tempat yang terindah di Indonesia ini. Namun lombok juga gak kalah bagus. Asri, pemdangan yang sangat natural enak di mata, sedap di hati…nyaman banget

    salam mampir ke blog kami

  26. Sahabat mari kita gunakan momentum PUASA RAMADHAN ini untuk mempersatukan RASA.. membentuk satu keluarga besar dalam persaudaraan ber dasarkan CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG.. menghampiri DIA.. menjadikan ALLAH sebagai SANG MAHA RAJA dalam diri.. menata diri.. meraih Fitrah Diri dalam Jiwa Tenang.. menemukan Jati Diri Manusia untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllll

  27. […] pendapat ini untuk mensikapi dari seruan beberapa sahabat sejatiku.. Mas Wong Alus.. Ki Kumitir.. mas dBO911.. Kang Mas Sabda Langit.. Mas Pengembara Jiwa.. Ki Ngabehi.. Mas Item Poeti.. Kang Cephot […]

  28. SAHABATKU RAIH FITRAH DIRI menjadi MANUSIA SEUTUHNYA UNTUK MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  29. Kedal ing rasa nu pinuh ku bangbaluh hate, urang lubarkeun, ngawengku pinuh ku nyuuh, meungpeung wanci can mustari. Taqabalallahu Minna Wa Minkum
    Wilujeng Idul Fitri 1430 H, sim kuring neda dihapunten samudaya kalepatan.
    Kuring neda dihapunten kana samudaya kalepatan, boh bilih aya cariosan anu matak ngarahetkeun kana manah, da sadayana oge mung saukur heureuy, manusa mah teu tiasa lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan

  30. Terselip khilaf dalam candaku,
    Tergores luka dalam tawaku,
    Terbelit pilu dalam tingkahku,
    Tersinggung rasa dalam bicaraku.
    Hari kemenangan telah tiba,
    Semoga diampuni salah dan dosa.
    Mari bersama bersihkan diri,
    sucikan hati di hari Fitri.
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqoba lallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllll

  31. HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRRRRRRR..
    Menyapa sahabatku chayank..
    MAAF..
    Baru jalan jalan dan keliling lagi..

    salam sayang

  32. Sebulan sudah kita jalani Ramadhan bersama
    Malam penghujung hari yang indah ini
    Genderang Perang sudah di tabuh.
    Pekik Kemenangan dikumandangkan
    Alunan Nada Pengagungan dinyanyikan
    Suara Riang Gembira berkeliling kota
    Ramadhan dengan segala perniknya telah kita lewati bersama
    .

    “Demi Masa sesungguhnya manusia itu merugi”

    .
    Mudah mudahan Jerit kemenangan ada dalam diri kita semua
    Sebab tiadalah semua ini kecuali kembali kepada Fitrah Diri
    Mari bersama kita saling mensucikan diri menuju Illahi Robby
    Membersihkan diri melangkah menemukan diri sebenar diri
    Mulai menghampiri DIA tulus ikhlas karena CINTA
    Meraih keselarasan diri dalam Ketenangan Jiwa
    Bebenah dan jadikan momentum kemenangan ini
    Menjadi Manusia seutuhnya meliputi lahir bathin
    Dahulu datang putih suci bersih
    Mudah mudahan kembali suci putih bersih
    Tiada kata yang terungkap lagi
    Mari kita bersama menyambut hari yang FITRI
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqoba lallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin

    Dari :
    ” Kang Boed Sekeluarga “

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabat Sahabatkuku terchayaaaaaaaank

    I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllll
    ..

  33. mudah mudahan semangat lebaran.. semangat persahabatan dalam CINTA dan KASIH SAYANG terus melekat di hati kita semua.. dan bertumbuh kembang membangun kembali kepribadian bangsa yang ramah dan penuh CINTA
    salam sayang untukmu saudaraku

  34. Keseimbangan alam terganggu disebabkan keseimbangan dalam diri manusia yang sudah rusak hebaaaat.. sesuai hukum alam menampung semua keburukan dan nafsu emosi angkara murka.. mungkin hanya 1 : 10000.. hmm skala yang mengerikan dari diri yang benar benar seimbang.. tapi entahlaaaaaahhhh !!!.. sedikit lamunan si botol kosong yang pernah dituliskan dalam Krisis Multi Dimensi .. ZOMBIE = Mayat Hidup … Takabur Lupa Diri.. Hilangnya Jati Diri Manusia ..

    Menuju kepada perubahan yang lebih baik maka harus ada pembaharuan…. Dan adanya pembaharuan itu, segala sesuatu yang sudah tidak ada keseimbangan harus di rombak secara total keseluruhan dan setelah itu barulah di tegakkan kembali Alam dengan keberadaan yang baru yang tenang aman dan damai. Karena ketidak seimbangan Alam yang terjadi dimuka Bumi ini karena ulah Manusia yang tidak “Tahu diri”. Dan Saya rasa karena itulah Tuhan menurunkan segala macam bentuk bencana-bencana yang terjadi yang di ikuti dengan kerusuhan-kerusuhan, pertikaian, perdebatan bahkan peperangan. dan waspadalah jika kerusuhan sudah diikuti dengan penjarahan.. maka waktu akan bermain Agar Tuntas secara menyeluruh SELEKSI ALAM yang akan berganti dengan ALAM yang TENANG, AMAN dan DAMAI.

    Salam Taklim
    Salam Sayang
    Salam Rindu untukmu

  35. MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS NAMA PERSAHABATAN DAN PERSAUDARAAN

    SEMOGA DENGAN BERJALANNYA WAKTU SEMAKIN MEMPERSATUKAN KITA SEMUA.. TIDAK MELIHAT SIAPA KAMU.. APA AGAMAMU.. APA MAZHABMU.. TETAPI DENGAN MENYADARI KITA BERASAL DARI YANG SATU..

    SALAM SAYANG SELALU

  36. Salam Persatuan Kepada Saudaraku Semua

    Kebanggaan Sebagai Anak Negeri. Jiwa Persatuan sebagai Bangsa Indonesia akan selalu tergurat di dalam diri. Tekad dan Harapan Menjadi Negeri Yang Besar tak akan pernah pudar oleh apapun. Semua berpadu menjadi sebuah Harapan yang bersandar pada Sosok Sang Pemimpin. Sang Pemimpin yang mampu mewujudkan semua itu. Sang Pemimpin Harapan Kita. Harapan Bangsa dan negeri Indonesia.
    Biarkanlah harapan itu selalu tersemai dengan indah. Dan akan kita wujudkan bersama satu saat nanti. Harapan itu pulalah yang mengiringi untaian kata-kata dalam tulisan dibawah ini yang terangkai dalam beberapa bagian. Bagian awal (BabI) akan ku sampaikan saat ini sedangkan bagian lainnya akan kusampaikan kemudian. Dan aku berharap saudaraku semua akan berbagi, menebarkan dan menyampaikannya pula kepada yang lain. Agar Kita dapat merasakan dan meyakini bahwa Harapan itu masih ada dan kelak … akan terwujud.

    KUTEMUKAN SOSOK
    … “SANG PEMIMPIN BESAR” …

    BAB I
    INDONESIA DAN SANG PEMIMPIN BESAR

    Indonesia bagaikan sebuah Permata Berkilau dalam jagat raya kehidupan. Sebuah Permata terindah yang sesungguhnya begitu mempesona, menawan mata hati dan jiwa siapapun yang memandang. Namun sayangnya Kilau Permata itu belumlah mampu memancar dengan sempurna. Sebagian kilaunya masihlah terpendam belum terpendar keindahan sesungguhnya.

    Itulah Indonesiaku negeri kebanggaanku. Negeri yang telah memberikan nafas kehidupan. Walaupun sebahagian kilaunya masih terpendam namun aku menyakini bahwa sebuah Permata tetaplah Permata sampai kapanpun. Dan pada saatnya nanti kilau keindahan sesungguhnya pasti akan memancar.

    Bila saat itu tiba maka siapapun yang memandang akan terpukau, mengagumi bahkan bergetar hatinya karena memandang keindahan dan kebesaran Indonesiaku yang sesungguhnya.

    Indonesia … Keindahannya tak akan pernah cukup untuk dilukiskan dengan berjuta untaian kata sekalipun.

    Indonesia … Kebesarannya tak akan terwakilkan dengan goresan tangan siapapun jua.

    Indonesia … Warna-warni Keragaman Pesona dan Budayanya tak akan mungkin tergantikan oleh sapuan kuas apapun.

    Indonesia Permata Beribu Pulau terpagari oleh tonggak-tonggak Kegagahan Anak-anak negerinya, terpoles Sempurna dengan Keindahan Artistik Alamnya.

    Dan sampai kapanpun Indonesiaku adalah Indonesia … Sang Permata Berkilau di semesta ini.

    Karena memang Indonesiaku adalah Guratan Sempurna. Maha Karya Terindah Guratan Tangan dari Sang Maha Kuasa.

    Itulah Indonesiaku … aliran darahku, helaan napasku, hakikat dan jiwaku sebagai Anak Negeri.

    Dan aku hanyalah salah satu dari anak-anak negeri Indonesia yang selalu berharap Maha Karya Terindah ini akan selalu terjaga sepanjang masa. Selalu berharap dan siap melakukan apapun demi untuk melihat Kilau Permata Indonesiaku tercinta selalu terpendar, tak akan pernah padam oleh siapapun atau apapun.

    Kilau Keindahan, Kilau Kebesaran yang akan selalu ditopang oleh setiap rakyat dan seluruh anak-anak negeri Indonesia yang tentunya berada dalam satu arahan, satu tuntunan dan satu rengkuhan yang akan selalu menaungi, menjaga hingga menghantarkan Perjalanan Sejarah Bangsa dan Negeri Indonesiaku ini. Dan itu akan berpuncak kepada satu figur Pemimpinnya.

    Dan aku hanyalah satu dari begitu banyak rakyat di negeri ini yang berharap menemukan dan memiliki sosok Pemimpin Terbaik. Pemimpin Terbaik yang mampu memimpin dalam arti sesungguhnya. Memimpin untuk dapat melajukan Kapal Kehidupan Negeri ini, menghindari karang-karang terjal ataupun menghadapi garangnya ombak kehidupan hingga kapal ini dapat terus melaju dan pada akhirnya mengembangkan Layar Kehormatan dan Kebanggaan sebagai Bangsa dan Negeri Indonesia.

    Seorang Pemimpin yang mampu menempatkan Bangsa dan Negeri ini untuk berdiri sama tegak bahkan melampaui bangsa-bangsa dan negeri lain.

    Seorang Pemimpin yang memiliki Kharisma Kepemimpinan yang sejati hingga mampu menerpa dan menyentuh setiap rakyatnya, menunjukkan kegagahan diantara pemimpi-pemimpin bangsa manapun hingga mampu menghantarkan bangsa ini ke Puncak Kehormatan, menggenggam Harkat dan Martabat sebagai Bangsa yang Besar.

    Pemimpin yang siap mempersembahkan segala hal terbaik yang dimiliki, berjuang dan mengabdi hanya untuk Sang Pertiwi. Berjuang tanpa pamrih hanya atas dasar tekad dan kesungguhannya sebagai Anak Negeri yang tengah memimpin Bangsa dan Negerinya.

    Pemimpin yang akan selalu dihormati dengan hati karena dirinya adalah Simbol Kebanggaan Rakyatnya.

    Dan untuk menjalankan kepemimpinan itu tentunya membutuhkan seorang
    Pemimpin yang memiliki dasar dan arahan langkah untuk berpijak, memiliki pengetahuan kehidupan, kemampuan untuk membimbing dan mengarahkan kepada satu tujuan besar.

    Karena hanya Pemimpin yang berkharisma, memiliki kemampuan dan dasar pijakan langkah yang kuat yang akan mampu membentuk dan melahirkan anak-anak Negeri yang gagah dan berkarakter yang akan membuat siapapun di negeri ini menepuk dada menunjuk dengan bangga sebagai Rakyat Indonesia.

    Sebuah Seruan Kegagahan yang “berisi” bukan hanya slogan semata. Sebuah seruan yang akan membahana di angkasa raya dan hanya mungkin terwujud dengan sentuhan tangan yang tepat dari Pemimpin Terbaik.

    Itulah harapanku, harapan saudaraku seluruh Rakyat Indonesia. Namun akankah sekeping harapan itu yang selalu berusaha untuk kita jaga akan bisa terwujud?

    Akankah harapan itu tetap mampu bersinar dan menggapai suatu hasil terbaik seperti yang kita harapkan?

    Mungkinkah kita dapat berjumpa dengan seorang Pemimpin yang memang memiliki sebuah tekad dan kesunggguhan untuk memimpin dengan sepenuh hati, berjuang tanpa pamrih, mempersembahkan dan mengorbankan segala kelebihan yang dimiliki hanya untuk Kebesaran dan Kehormatan Negeri Indonesia tercinta ini?

    Ach ……sepertinya semua itu bagaikan mimpi disiang hari, bagaikan pungguk merindukan bulan. Akankah menjadi nyata? Akankah semua itu hanya tetap berakhir menjadi impian kosong?

    Karena seiring waktu yang berputar, disadari atau tidak perlahan-lahan harapan itu seakan seperti memudar karena tak kunjung berjumpa sosok Pemimpin yang diharapkan.

    Siapapun bisa dan mampu duduk diatas kursi kepemimpinan namun tidak semuanya mampu menjadi seorang Pemimpin.

    Sering kali yang terlantun hanyalah bermanis kata, menunjukkan pesona bahkan perhatian tapi semua hanyalah sesaat demi meraih kepentingan dan keuntungan untuk diri mereka. Bukan untuk kita, bukan untuk Rakyat dan Negeri Indonesia.

    Rasanya lelah menanti, lelah berharap tanpa ada setitik cahaya yang memungkinkan semua itu bisa terwujud. Dan disaat sisa-sisa helaan nafas harapan semakin menipis, disaat keinginan dan cita-cita seakan begitu jauh untuk digapai, disaat rasa lelah menyergap begitu kuat dihati ini. Dan disaat kepiluan semakin menyengat ketika memandang satu demi satu Kebesaran Negeri ini meredup, terenggut, terampas tanpa mampu berbuat apapun.

    Kebesaran Negeri yang tak dipandang atau bahkan sengaja dicoreng oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab.

    kebesaran Negeri yang dinodai, terampas dan terenggut oleh keculasan bangsa dan negeri lain, yang semuanya bermula atau sebenarnya didasari karena tidak mampu menerima, berlapang dada memandang Kebesaran, Keindahan ataupun Kemakmuran bangsa dan negeri ini hingga dengan berbagai cara menginginkan pula untuk mampu memiliki dengan meninggalkan goresan tajam kepahitan untuk bangsa dan negeri ini.

    Mereka yang bukan apa-apa, bukan siapa-siapa tapi berlagak seolah mengetahui dan lebih memiliki kuasa untuk menentukan sesuatu atas diri bangsa dan negeri ini.

    Apakah Kebesaran Bangsa dan Negeri ini yang terlalu melimpah? Hingga kita tak mampu menjaganya dengan baik?.

    Ataukah para sosok-sosok yang seharusnya menjaga dan menjadi rantai rantai pengokoh, menaungi dengan kegagahan namun tak mampu menjaga Kebesaran Bangsa dan Negeri ini dengan sepenuh hati?
    Atau apakah karena memang tak mampu untuk melakukannya?

    Belum lagi Kebesaran Bangsa dan Negeri ini yang turut tercoreng, yang diredupkan oleh sesama anak negeri sendiri, sesama saudara sejiwa yang seharusnya saling menjaga, tapi karena ego dan kepentingan sendiri melupakan bahwa kehidupan yang mengalir didalam dirinya adalah merupakan pemberian dari Sang Bumi Pertiwi.

    Hingga disengaja ataupun tidak justru ada sesama anak negeri yang menancapkan sembilu duka pada Sang Pertiwi.

    Bila kebesaran tak mampu lagi memancar, maka harga diri dan martabat pun turutlah redup karena terinjak-injak oleh tangan-tangan dari bangsa bangsa lain yang memandang sebelah mata, menganggap seolah tak berarti bahkan nyatanya ada pandangan yang menganggap kita sebagai bangsa pecundang.

    Siapakah yang seharusnya maju dan berdiri didepan menghadapi semua hal yang datang untuk meredupkan Kebesaran Negeri ini?

    Rakyatnya yang tak mampu bersatu ataukah Pemimpinnya yang tak mampu menyatukan?

    Rakyatnya yang kehilangan arah ataukah Pemimpinnya yang tak mampu menuntun, menunjukkan hingga menghantarkan apa yang harus dilakukan untuk tetap menjaga dan membuat Kilau Kebesaran itu selalu terpancar.

    Bagaimanapun sebagai rakyat maka langkah-langkah kaki anak negeri Indonesia ini akan mengarah dan mengikuti jejak langkah yang ditunjukkan oleh sang Pemimpinnya.

    Lalu bagaimana jadinya bila sosok yang dijadikan panutan, sosok yang memimpin, namun dirinya sendiri tidaklah mengetahui arah mana yang harus dituju atau langkah apa yang tepat yang harus dilakukan.

    Maka akan menuju kemanakah Kapal Kehidupan Bangsa ini? Terus melaju ataukah terpuruk?

    Lalu apakah kita diam melihat semua itu? Akankah kita biarkan Kebesaran dan Kejayaan yang seharusnya bersinar, pudar, hilang dan terenggut begitu saja?

    Relakah kita melihat Bangsa dan Negeri yang kita cintai, para generasi-generasi penerus yang kita kasihi hanya mendapatkan sisa-sisa dari kehormatan yang seharusnya semakin lama semakin mencapai puncak, dan pada akhirnya hanya akan dianggap menjadi bangsa dari generasi yang tanpa arti.

    Yach …..jawabnya tidak!!! Dan siapapun kita sebagai Rakyat Indonesia tidak akan pernah rela bila harga diri diinjak apalagi dianggap sebagai bangsa pecundang.

    Kita pasti akan siap berdiri gagah menghadapi siapapun atau apapun. Kita pasti akan siap berdiri gagah, mengepalkan tangan bahkan menunjuk hidung, menghadapi siapapun atau apapun yang hendak mencabik harga diri sebagai Bangsa Indonesia.

    Kita siap mencucurkan peluh, mencurahkan segala daya, mewarnai dengan Aliran Darah Keberanian dan Kesucian Hati, demi untuk memandang Sang Merah Putih selalu Berkibar dengan Gagah.

    Kita adalah Ksatria Negeri, yang selalu siap menyatukan jiwa, mempersembahkan segala hal yang terbaik, menggemakan dengan lantang Kehormatan Sang Pertiwi.

    Namun sekali lagi semua harapan itu, semua semangat dan tekad itu seolah bagaikan berlalu begitu saja.

    Tekad, Keinginan dan Semangat Berkobar. Namun tanpa ada satu sentuhan dari seorang Pemimpin yang tepat, yang mengarahkan langkah kita maka kita bagaikan kehilangan arah, terpecah sendiri, bagai kehilangan Satu Tujuan Hidup Berbangsa dan Bernegara yang seharusnya selalu kita junjung.

    Sekali lagi, pada akhirnya semuanya akan berujung dan bergantung kepada satu sosok yaitu sosok Sang Pemimpin. Dan jelas tentunya bukanlah seorang Pemimpin yang hanya memiliki pesona belaka, menjadi sosok yang beruntung karena duduk disinggasana. Tapi yang kita butuhkan sosok Seorang Pemimpin Besar.

    Pemimpin Terbaik karena memiliki pengetahuan dan kemampuan serta segala hal lainnya. Memiliki daya dan karya untuk membimbing kita semua mengarahkan, menuntun, menghantarkan hingga memastikan langkah Bangsa Indonesia akan sampai disatu Puncak Tujuan Tertinggi.

    Seorang Pemimpin yang mampu menjadi Teladan Sejati karena memang telah memahami makna dan hakikat sebenarnya sebagai seorang Anak Negeri dan bagaimana menjalankan peran terbaik itu.

    Seorang Pemimpin yang berjuang tanpa pamrih karena setiap perjuangannya, setiap gema kegagahannya memimpin bangsa ini adalah merupakan wujud nyata, persembahan bakti tertinggi seorang Anak Negeri kepada Ibu Pertiwinya.

    Wujud nyata yang membuat kita pasti dapat menilai dan mengukur sebuah ketulusan sejati. Melihat dengan jelas dan nyata sebuah bentuk pengabdian dari Seorang Pemimpin.

    Bakti tertinggi, pengabdian yang tulus dari Seorang Pemimpin tentunya tak akan pernah mengharapkan pamrih atau imbalan apapun. Bahkan sebuah pembayaran atau bahkan gaji sekalipun. Karena memang pastilah sosok Pemimpin itu memahami benar bahwa dirinya sedang menjalankan Peran Terbaik sebagai seorang Anak Negeri, bukan tengah berniaga dengan Negerinya apalagi mengharapkan upah atas Kepemimpinannya.

    Seorang Pemimpin Sejati yang akan menjadi Motivator Terbesar, Pembangkit Semangat Nasionalisme yang akan mampu menyatukan kita semua menggapai masa depan Bangsa dan Negara yang lebih baik.

    Selalu siap menyuarakan kegagahan, berjuang sebagai sosok Anak Negeri yang membela harga diri Ibu Pertiwinya.

    Wahai saudaraku Rakyat Indonesia. Tentunya gema harapan itu yang berkecamuk didalam dada kita tapi sekaligus bercampur antara keyakinan dan kehilangan keyakinan.

    Karena sepertinya tidaklah mungkin menemukan Sosok Pemimpin seperti yang kita butuhkan. Dan kita pun terkadang bimbang seperti apakah sebenarnya sosok Sang Pemimpin Besar yang kita butuhkan itu?

    Adakah sebuah tolak ukur atau landasan yang menjadi penguat keyakinan kita bahwa itulah sosok Seorang Pemimpin yang sesungguhnya?

    Tentunya pertanyaan itu pun akan terus menjadi pertanyaan tanpa akhir, tanpa kunjung mendapat jawaban bila kita hanya berdiam diri atau termangu saja.

    Bagaimana mungkin kita berharap menemukan sesuatu yang terbaik bila kita hanya berdiam dan menunggu saja. Menanti entah berapa lama, menanti entah sampai kapan. Dan apakah pada akhirnya penantian itu akan menghantarkan bertemu sesuatu yang terbaik bagi kehidupan kita.

    Untuk mendapatkan hal yang terbaik secara pribadi saja maka kita harus mengerahkan segenap kemampuan, segala upaya untuk bisa mendapatkannya. Apalagi ketika berbicara tentang Bangsa dan Negara, tentang peran kita sebagai Rakyat sekaligus Anak Negeri, maka sudah tentu kita pun harus bersiap diri, melakukan segala hal, melakukan apapun untuk memberikan sebuah sumbangsih tersendiri kepada Negeri ini.

    Mulai dari saat ini, mulai dari hal yang terkecil, dimulai dari diri sendiri mencoba menata, mengkondisikan, menyatukan persepsi, menyamakan tujuan dengan menyadari dan menanamkan bahwa segala sesuatu yang ada di Negeri ini, apapun yang terjadi pada Bangsa ini, maka semua itu akan kembali dan berpulang kepada diri kita sendiri.

    Melakukan kebaikan, menjaga dengan kemampuan yang ada, mengerahkan potensi yang dimiliki, hanya dan untuk atas nama Bangsa dan Negeri Indonesia. Sekecil apapun adalah jauh lebih baik dari pada berdiam diri atau bahkan berbuat keburukan.

    Membuka wawasan dan cakrawala berpikir, memandang jauh kedepan untuk menjadi pribadi-pribadi Rakyat sekaligus Anak Negeri yang terbaik. Membekali diri dengan pengetahuan, potensi dan kemampuan untuk kita satukan pada saatnya nanti.

    Dan diujung langkah perjuangan kita sebagai pribadi Anak-anak Negeri maka adalah mempertajam pandangan, memandang dan mendengarkan dengan hati, memberikan penilaian obyektif, memilah dan menetapkan dengan suara hati terdalam hingga langkah kaki kita semua akan sampai disebuah perjalanan, dan pada akhirnya dapat menemukan sosok Pemimpin Terbaik bagi kita semua.

    Pada akhirnya aku berharap apapun yang kita lakukan, apapun pengalaman dan hal-hal berharga yang kita dapatkan. Teruslah berupaya dengan segenap kemampuan agar pada akhirnya kita dapat saling berbagi, mengingatkan, menyampaikan dan saling bersama membulatkan tekad untuk mulai menapak lebih baik, berbuat hal yang nyata untuk Rakyat dan Bangsa Indonesia karena sesungguhnya semua itu adalah untuk diri kita pula.

    Wahai saudaraku … semaikanlah dan biarkan tumbuh dengan kuat Keyakinan dan Kebanggaan sebagai Anak Indonesia. Agar pada saatnya nanti bersama kita gemakan kesegenap penjuru semesta.

    Akulah Anak Indonesia. Akan Kubuat Sang Pertiwi tersenyum Bangga. Akan Kuhiasi Angkasa Raya dengan Kibaran Kegagahan Sang Merah Putih.

    Akan kubuat setiap hembusan angin hanya menebarkan Keharuman Nama Bangsa dan Negeri Indonesia.

    Indonesiaku yang Bersinar bagai Permata Terindah di Jagat Kehidupan.

    Indonesiaku Nan Permai Guratan Maha Karya Sempurna.

    Indonesiaku Yang Gagah dengan Rantai Pengokoh Ikrar Setia Anak-anak Negeri.

    Indonesiaku Yang Bermartabat, menggetarkan siapapun dalam Genggaman dan Pancaran Kharisma Sang Pemimpin Besar.

    Demi Kebanggaan sebagai Rakyat Indonesia.

    Demi Kebesaran Bangsa. Demi Kebesaran Negeri Indonesia yang Berkilau di Puncak Kehormatan Tertinggi yang akan mampu kita wujudkan hanya dengan sentuhan sosok Sang Pemimpin Besar.

    Sang Pemimpin Besar Yang Memimpin dengan Pengetahuan dan Kemampuannya.

    Sang Pemimpin Besar yang Menuntun dengan Daya dan Karyanya.

    Sang Pemimpin Besar yang Menyentuh dengan Ketulusan dan Kebesaran Hatinya.

    Sang Pemimpin Besar … Sang Pemimpin Sejati … Yang akan membuat Bangsa ini Menepuk Dada Menunjuk dengan Bangga sebagai Rakyat Indonesia.

    Hingga pada akhirnya setiap Rakyat, seluruh Anak-anak Negeri akan selalu menggemakan dengan lantang …

    “Aku adalah Kegagahan.”

    “Aku adalah Rantai Pengokoh Sang Pertiwi.”

    “Aku adalah Pengibar dan Penjaga Sang Merah Putih.”

    “Dan aku adalah … INDONESIA.”

    Jadi Mari Kita Bulatkan Tekad dan Kuatkan Keyakinan selalu Bersandar pada Hati, Tegar hadapi apapun.

    Bersama kita Berharap, Mencari … dan terus Melangkah … hingga kita berjumpa dengan … Sang Pemimpin Besar.

    Sang Pemimpin Besar yang akan membuat setiap Bangsa dan Negeri manapun hanya akan memandang …

    “Indonesia adalah Kegagahan” … “Indonesia adalah Kejayaan” … “Indonesia adalah Bangsa dan Negeri Yang Besar.”

    Indonesia Yang Gagah Butuh Sang Pemimpin Berkharisma
    Indonesia Yang Jaya Butuh Sang Pemimpin Sejati
    Dan Indonesia Yang Besar Butuh … Sang Pemimpin Besar.

    Jadi berarti Untuk Mampu Berdiri Gagah, Memancarkan Kilau Kejayaan,
    Menjadi Bangsa dan Negeri Yang Besar maka yang Kita Butuhkan adalah

    … “ Sang Pemimpin Besar ” …

    Salam Persatuan dan Kebanggaan sebagai Sesama Anak Negeri Indonesia.

  37. @Yth.kangBoed,
    maaf beribu-ribu maaf
    saya lama dalam NENGNG…tanpa goresan kata,
    tanpa goresan kata…seolah saya tiada…
    namun dalam getar resonansi…saya selalu menyapa
    resonansi…TRIWIKRAMA-BUDAYA

    salam sihkatresnan

    @Yth.Sesama Anak Negeri,
    Terima kasih atas kunjungannya serta uraian getar-‘semangat dalam keprihatinan,
    TRIWIKRAMA-BUDAYA terdiri dari :
    – HYANG MURBENG DUMADI ;
    – JATI-DIRI SEJATI ;
    – SANGKAN PARANING DUMADI.

    Terutama para Generasi Muda Penerus Garda NKRI, lebih intens meningkatkan Kesadaran JATI-DIRI SEJATI nya masing-masing.
    Menyiapkan dirinya menjadi ‘PEMIMPIN BESAR BANGSA’ …
    Serta penting kiranya menghayati Filosofi Semar dan Kresna

    Semoga Tetap Semangat…
    Salam TRIWIKRAMA-BUDAYA…

  38. Halo Mas dBo, artikelnya bagus sekali. Perpustakaan kraton memang tidak terbuka untuk umum, di satu sisi bisa dimengerti karena naskah-naskah kuno memang sangat berharga sehingga tidak bisa dipegang semua orang nanti rusak, di lain pihak cuma ditumpuk tanpa dibaca lagi alangkah sayangnya buah pemikiran-kearifan lokal akan lenyap dimakan rayap.

    Saat ini yang boleh akses koleksi perpustakaan adalah para peneliti, rata-rata justru orang mancanegara dan bukan orang Indonesia sendiri. Kenapa? Alasan standar, ga ada duitnya.

    Salam kenal, saya mampir lihat-lihat dulu isi blognya.🙂

  39. Yth.Illuminationis…Kadang Sutresna,

    Terima kasih telah berkenan mengunjungi blog ‘gubug-pencang’ ini
    Saya merasa, kunjungan ini lebih mencerahkan blog saya.

    Begitulah kidimas, keadaan negeri kita. Malah pencurian warisan benda2 Pusaka, makin meraja-lela. Semuanya…lari dikuasai pihak asing.
    PERTANYAAN-BESARNYA…: MENGAPA MEREKA SANGAT BERMINAT?!
    AKHIRNYA DIGUNAKAN UNTUK APA?!

    Analisa sementara saya, MEREKA (PARA KOLLEKTOR) TIDAK MEMILIKI WARISAN LELUHUR ATAU BAHKAN TIDAK MEMILIKI LELUHUR.

    Akan lebih menarik jika mengikuti uraian tentang LEMURIA & ATLANTIS

    Sumangga dipun sakecakaken pinarak,
    Semoga blog ‘illuminationis’ dapat makin memperluas ‘pencerahannya’

    Salam…Karaharjan,Karahayon

  40. wuuuah… eee… ini blog bersama? sugeng tepang pakde.😎

  41. Sugeng tetepangan juga kinakmas Siti Jenang,
    Matur nuwun sudah karsa mampir di ‘gubug-penceng’ awang uwung ini.

  42. Eyang dBo mugi kersa paring kawruh amedar sabda, kula nembe nggagas revolusi kultur anak bangsa ingkang dipunlajengaken revolusi kebudayaan kagem sarana perjuangan meuju kejayaan Nusantara.
    menawi wonten renaning penggalih kula aturi kintun dateng email kula

    nuwun, salam karahayon, Nusantara Jaya

  43. Kinakmas Tomy,
    Kawula nyuwun agunging pangaksami ingkang tanpa upami dumateng panjenengan.

    Saya iseng membuka dashbor blog saya dan melihat isi spam, ternyata kunjungan panjenengan selama 1-minggu terbenam dalam spam. Entah apa penyebabnya.

    Sumangga, punapa ingkang dipun kersa’aken.
    Terus terang saya agak heran, tiba2 Panengah-Pandawa nglumbruk spt wayang ilang gapite. Atau pura-pura..?!

    Sumangga dipun lajeng perjuangan Revolusi-Kultur, Revolusi-Budaya bersama-sama para Kadang-Winaskita Seperjuangan.
    Gali semua warisan leluhur, sesuaikan dengan perkembangan yang ada.
    Saya pribadi sangat terpengaruh oleh sosok KERTANAGARA, SANG PAHLAWAN BESAR.
    Beliau konseptor BHINNEKA TUNGGAL IKA, yang mana ini jika kita ungkapkan menjadi BHINNEKA TUNGGAL ESA, bisa diimplementasikan sebagai landasan KETUHANAN YANG MAHA ESA, tempat hidup berbagai Agama.
    Dan sebagai Raja/Kepala Negara, beliau canangkan apa yang kita kenal NAGARA KERTAGAMA. Sebuah negara yang damai,sejahtera, tenteram dengan Tata-Aturan Berbagai Agama.
    KeBHINNEKAan Ritual,…namun semuanya menuju kepada Yang Esa….

    Dan saya meyakini, seorang BUNG KARNO mewarisi getar-kiprah seorang KERTANAGARA.
    Tapi ini subyektif pandangan saya.

    Sumangga ”DOSA2 BESAR” BUNG KARNO di Bangkitkan kembali, di Gelorakan kembali,di Revitalisasi.

    Saya kira demikian pandangan2 yang dapat saya sampaikan, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

    Rahayu…

  44. Matur nuwun sanget Eyang sampun kersa paring sabda
    Inggih luhuring kawruh para sesepuh ingkang sanget kula pepundhi
    Saya banyak belajar dari para leluhur bangsa terlebih Bung Karno tentang revolusi simultan atau revolusi pancamuka, revolusi yang akan melahirkan manusia-manusia baru
    menurut pandangan saya apa yang dimaksud Bung Karno dengan manusia baru atau patriot komplit adalah manusia yang sadar bahwa ia lahir dari berbagai macam materi yang saling berhubungan, sintesa baru dari segala kontradiksi kehidupan ini
    akal, pikiran, intuisi, mimpi, wigati, kesadaran , kultivasi, cita-cita adalah bagian dari apa yang disebut manusia maka pembangunan manusia seutuhnya adalah nonsens karena apa yang dimaksud dengan manusia sendiri banyak yang belum mengerti
    para leluhur bangsa telah banyak memberikan pencerahan tentang manusia & kemanusiaan ini namun banyak teman dengan idealism yang berlebihan memandang rendah akan budaya bangsa sendiri, menganggap budaya sendiri budaya yang diselimuti banyak takhayul dengan memandang terlalu tinggi budaya bangsa lain
    Baiklah Eyang, kami mohon doa & pangestu dari para sesepuh agar kami yang muda-muda ini dapat meneruskan perjuangan

  45. TERIMAKASIH INFORMASI DAN TULISANNYA. KUNJUNGI JUGA SEMUA TENTANG PAKPAK DI GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: