SANGKAN PARANING DUMADI (Lanjutan..>)
Dalam tulisan sebelumnya, saya sdh. sampai pada keadaan/sifat Paradoksal yang ada dalam(bahkan memenuhi) Alam-Semesta.
Kitapun -manusia- menjadi bagian yg. tak terpisahkan dari keadaan/sifat Paradoksal tsb. Ada/Tiada, Atas/Bawah, Baik/Buruk, Belakang/Depan, ELEKTRON/PROTON, Kanan/Kiri, Malam/Siang, Negatif/Positif, Pria/Wanita, Selatan/Utara, dst.
Apabila terjadi pengelompokan sifat2 yang sejenis, katakanlah kelompok ELEKTRON disatu sisi dan kelompok PROTON disisi lain, akan dapat menimbulkan apa yang kita sebut KUTUB atau POLARISASI. Kita pasti sudah tidak asing dg. istilah KUTUB(POLAR) Selatan/Utara -kutub Magnet Bumi-.
Coba sejenak kita renungi:
-a d a…kutub/paradoks/polarisasi-
-HA NA——-CA – RA – KA-.
Namun ada penemuan lain selain Elektron dan Proton, yaitu NEUTRON, yg tidak Negatip/tidak Positip atau disebut juga bintang Neutron. Apa & Bagaimana Neutron ini, para Ilmuwan masih sibuk berteori. Juga ditemukan apa yg disebut Lubang-Hitam(Black-Hole), yg konon materi apapun bahkan cahaya akan terhisap kedalamnya, akibat gravitasi yg dimiliki sangat-sangat kuat. Teori terbentuknya Lubang-Hitam ini adalah inti nucleus dari sebuah bintang yg meledak. Inti/nucleus tsb. memiliki kemampatan sangat-sangat luar biasa. Dicontohkan, sebuah inti/nucleus hanya sebesar pasir namun memiliki berat(massa) sama atau melebihi berat matahari. Kembali pada apa yang sudah saya uraikan sebelumnya, Alam-Semesta dimana kita berada didalamnya, ternyata penuh dg. Cluster/Kabut-Kosmis/Nebula yang masing2 merupakan kumpulan bermilyar bintang(matahari), dan ini berarti bermilyar Tata-Surya, satu PROTON dikelilingi beberapa ELEKTRON yang selalu bergerak ‘saling berinteraksi.’ DA TA SA WA LA…..
Kabut-Kosmis itu sendiri seluruhnya bergerak…..
Demikian kesimpulan para Ilmuwan Peneliti Alam-Semesta…
DARI-MANA dan AKAN-KEMANA…….
Hanya HYANG MURBENG DUMADI….. YANG MENENTUKAN…..
tan kena kinaya apa -
ma ga ba tha nga
Saya kembali menyinggung para Ilmuwan peneliti Alam-Semesta yang tiada henti2nya berkarya-upaya menyelami seluruh isi yang terdapat didalam kemahaluasan Alam-Semesta, yang konon TANPA batas – TANPA cahaya(maha gelap) – TANPA gravitasi – TANPA udara, namun ‘MUTLAK-ADA’, dan seluruh ciptaan(DUMADI) termasuk ‘debu-elektron’ yang dinamai manusia, terkandung-terengkuh didalamnya.
tan kena kinaya apa -
ma ga ba tha nga…….
Penemuan apa saja yang sudah didapat, upaya apa saja yg masih terus dilakukan serta siapa saja para Ilmuwan/Peneliti Alam-Semesta tsb. saya mohon maaf tidak mungkin menyajikan disini. Saya coba memandu anda kesitus http://en.wikipedia.org/wiki/
yang merupakan rujukan-utama dlm penulisan saya. Sebagai Encyclopedia, Wikipedia memang sangat lengkap isi-muatannya. Allcategories…
Baiklah saya lanjutkan penulisan ini -
Penemuan lain yg telah diyakini melalui alat deteksi adalah Gelombang Elektro Magnetis yg ternyata juga memenuhi Alam-Semesta. Penemuan lebih lanjut adalah bahwa Gelombang ini memiliki Spektrum-Frekwensi yg sangat luas, mulai dari frekwensi paling rendah yg dinamai Gel. Alfa/Beta/Gamma, Gel. Suara(yg dpt didengar), Gel. Radio/TV/Micro, Gel. Cahaya(yg dpt dilihat) dan terakhir Gel. Kosmis. Para Ilmuwan percaya bhw Gelombang Elektro Magnetis inipun memiliki/mengandung Daya-Magnetic-Energi. Saya disini hanya menulis garis besar kelompok2 Spektrum Gel. Energi tsb.
Para Ilmuwan Peneliti Alam-Semesta masih terus berupaya dg sungguh2, menguak misteri isi yg terkandung didalamnya.
Akhir2 ini tengah diselidiki apa yang mereka sebut Materi-Gelap/Dark-Matter(Anti-Matter) yg diduga menjadi penghasil partikel2 benih Materi. Penyelidikan ini makin intens dilakukan dg diluncurkannya sebuah satelit pd. Juni 2006 , yg diberi nama PAMELA(Payload for Antimatter Matter Exploration and Light-nuclei Astrophysics)- www.nature.com
Dari sebagian kecil upaya2 para Ilmuwan yg saya uraikan diatas, saya mengajak anda untuk kembali merenung sejenak tentang :
¤ ditemukannya berbagai kelompok cluster/kabut-kosmis/nebula yg didalamnya mengandung bermilyar/ triliun bintang(matahari) yang tiap bintang dikelilingi beberapa planet salah satunya Tata-Surya, didalam mana kita hidup;
¤ adanya bintang Neutron;
¤ adanya Lubang-Hitam(Black-Hole) yg memiliki gravitasi sangat kuat sehingga mampu menghisap Gel. Cahaya;
¤ diketahui ada Gelombang Elektro Magnetik yg memiliki Spectrum yg sangat lebar/luas serta memiliki Energi-Magnetik yg mana a.l. menyebabkan planet Bumi berotasi dan mengorbit Matahari secara tertib;
¤ ‘mulai’ diketahui apa yg disebut dg Antimatter yg melahirkan Matter;
¤ itulah ciptaan/DUMADI yg tlh. berhasil ditemukan. Semuanya bergerak teratur, dari mana/SANGKAN menuju kemana/PARAN, namun yg pasti berada didalam SESUATU…yang TANPA-batas, TANPA-cahaya, TANPA-gravitasi, TANPA-udara…..Ya, TANPA atau TIADA namun ADA, bahkan MUTLAK-ADA. Itulah yang kita namai ALAM-SEMESTA.
¤ para Ilmuwan dunia sebenarnya secara bersungguh2, tekun, tulus juga berusaha/ingin memahami: ”SANGKAN PARANING DUMADI”.
Apakah kita sebagai pewaris ‘Ungkapan-Adiluhung’ tersebut, justru melupakannya.
~serba TIADA namun MUTLAK-ADA~
(apakah ini ILMU KASUNYATAN)
Baiklah saya akan mencoba melanjutkan penulisan ini dg bekal pertanyaan DIMANA PUSAT ALAM-SEMESTA
Apakah itu tempat awal/akhir, sebagai sumber/muara, yang berarti tempat MANUNGGALnya seluruh DUMADI…
Apakah sebagai tempat MANUNGGALnya JAGAT-AGENG lan JAGAT-ALIT…….Makro-Kosmos dan Mikro-Kosmos…..
Apakah HYANG MURBENG DUMADI juga BERSINGGASANA ditempat ini…..
Apa hubungannya dengan ungkapan: ‘MANUNGGALING KAWULO GUSTI’
tan kena kinaya apa…..
ma ga ba tha nga…..
berlanjut>>_____

Carilah sarang angin bukan hanya dalam meditasi tetapi dalam kehidupan yang meliputi 24 jam…. suara desir dari alam kasunyatan alam kehidupan sejati… membuat hidup dalam hening cipta, hening rasa hening karsa…… wooooow hilang aku yayaya hilanglah sang diri karena geraknya adalah intuisi…. ooo yayaya saat tiada lagi kepemilikan atas sang diri ini meliputi yang lahir dan bathin…. saat semua menjadi tenang dalam keheningan yang meliputi 24 jam yayaya sungguh indah dan luar biasa….. lepas sudah bebas… tanpa fikir… tanpa rasa perasaan… tanpa rasa…. weleh weleeeeeh hidup yang hidup dan semakin hidup dan tambah hidup
Salam Sejati
Luuaaar biasa…..luuaaar biasa sejuk percik-percik ‘air bening dingin’ ini, dari kadang baru namun sejati -kangBoed-
….sejuk dalam hening…..hening dalam sejuk…..
…..apakah seperti ini suasana pusat alam-semesta…..
…..sejuk dalam hening…..hening dalam sejuk……
…..tan kena kinaya apa…ma ga ba tha nga……
Ooo…wahai attar…atau gibran…atau rabiah…atau rumi…dan yang lain lagi…aku tahu engkaupun merasakan…sejuk dalam hening…hening dalam sejuk…
dan engkau pasti sudah mengenal kadangku…kadangmu…juga…..dari persada bhumi-nusantara….
Oooh… Hyang Murbeng Dumadi…..bimbinglah kami…..
Rahayu…
Terang benderang
Terang tapi tidak menyilaukan
Karena akupun setitik cahaya
Dalam lautan cahaya
Aku adalah kehidupan
Kehidupan tanpa ada yang menghidupi
Kehidupan yang berdiri dengan sendirinya
Meliputi semua yang hidup
Meliputi semua yang berwujud dan tak berwujud
Cahaya segala cahaya
Cahaya kesadaran dan kebenaran serta kehidupan sejati
Menyinari dan menepis sisa sisa kegelapan di hati dan jiwa
Memancar dan meliputi seluruh keberadaanmu
Mengurai sinar kasih sayang dan kemesraan
Sebagai bekal untuk melangkah menjalani kehidupan
Papan tanpa tulisan persiapkan dan carilah dahulu sebelum kita melangkah keluar diri
agar menjadi media yang baik dalam laku dan tindak tumindak
sebagai tempat tulisan tanpa papan
jika keduanya sudah menyatu dan melebur dalam sang diri
maka hiduplah sang diri terliputi oleh kesadaran sejati
bukan hidup di pimpin oleh akal pikir
bukan hidup dipimpin oleh rasa perasaan
tetapi hidup yang dipimpin oleh KESADARAN SEJATI
Bersemi indah bagaikan mentari pagi
Melarutkan sisa sisa kegelapan di jiwa
Membangkitkan hidup lebih hidup
Manunggaling kawulo lan Gusti
leburnya papan dengan tulisannya
tapi tetap kita hanyalah kawulo cilik
yang lemah tak berdaya upaya
tak bisa melangkah apalagi berlari
kehendak dan iradatNYA
hanya berjalan dan berjalan
melangkah dalam kebodohan
untuk melaksanakan sebuah Dharma
sebagai botol tanpa isinya
dan tak pernah merasakan pahit dan manis isinya
ya hanyalah sebuah alat
semua telah kembali kepadaNYA
dariNYA untukNYA olehNYA dan bagiNYA
Malam itu akhirnya terbuka sudah kebodohanku
Ternyata perjalanan telah membuatku bingung akan sebuah definisi
Definisi yang tak pernah terdefinisikan
Ternyata semua palsu tak berarti apa apa kooosoooong
He he Jalan Cinta sungguhlah luar biasa
Jerit tangis kerinduan dan derai air mata kepasrahan
Oh getaran itu ketika datang menggetarkan seluruh jiwaku
Kadang kutak sadarkan diri mengikuti rasaaa itu
Kadang kuberperan sebagai seorang yang histeris tak bisa menahan kata berhamburan
Kadang ku hanya bisa terdiam menangis tak berdaya
Kadang ku hanya berteriak memuji KeagunganNYA dalam kelemahanku
Kadang ku mabuk ….. mabuk anggur cinta Ilahi
Membuat ku hanya bisa terduduk lemas tak bertenaga
Terbawa lamunanku yang kian melambung dan melambung semakin tinggi
Seakan aku hidup dalam dunia lamunanku yang tiada batasnya
Berjalan mondar mandir kesana kemari tanpa khawatir lagi
Lamunan itu membuat ku semakin dalam, dalam lamunan
Tak perduli orang berkata apa, sejelek apapun tak pernah kuhiraukan
Karena terlanjur kudapatkan keindahan walau hanya dalam lamunan
Sesuatu yang tak pernah disangka bisa kudapatkan di dunia nyata
Sekali lagi semua kudapatkan walau hanya dalam lamunan
Kutemukan diriku kosong terduduk dalam sebuah penyaksian
Dalam sebuah penyembahan yang tiada hentinya
Sungguh penyembahan yang tak terikat ruang dan waktu
Tak kusangka hanya kekosongan dan kekosongan yang kutemui
Kekosongan yang membangkitkan ketenangan yang luar biasa
Ketenangan yang membangkitkan kesadaran sang diri
Kesadaran yang sungguh tumbuh dalam lamunanku akan diri sejati
Bersinar bagaikan sinar sang surya yang terbit dari kedalaman dasar jiwaku
Terangnya mengikis habis semua kegelapan dalam relung jiwa
Sungguh Jiwa yang tercerahkan oleh kesadaran diri sejati
Sinarnya begitu menyilaukan mencorong tak satu makhluk pun kuasa menatap
Diam
Kosong
Hampa
Sirr
Yah ketika kesadaran telah meliputi sang diri
Saat itu dualitas telah lenyap dan hancur
Yang tinggal hanyal Esa tak berbagi
Meliputi semua kehadiran kita dimuka bumi ini
Kesadaran sejati tak terikat ruang dan waktu lagi
Tiada lagi benar dan salah karena semua untuk Yang Maha Meliputi
Tak terikat apapun karena yang tak berwujud sudah mewujud
Yah inilah sekedar lamunan si botoooool koooosoooong
Botol kosoooong yang hanya bisa melamuuun
Melamunkan botol kosoong nya diisi terus oleh Yang Maha Mengisi
Tapi isinya tetap kosooong habis terbuang berceceran
Sehingga lamunan si botoool kosooooong tak berkesudahan he he he
SALAM SAYANG
hasil nguping obrolan anak Fisika di kereta, katanya “Jumlah seluruh atom-materi cuma 3% dari energi. Jadi yang 97% ke mana?”
.
Para ilmuwan belum/ tidak tahu. Mungkin kapasitas manusia tidak akan pernah bisa tahu. Segala upaya manusia dikerahkan untuk menjelajah langit/ luar angkasa, mungkin untuk mengetahui hal tsb. Tapi seperti iklan Boeing bilang, The limit is not sky, but human imagination. (kurang lebih begituuuu)
Yth.Mas Illuminationis,
Terima kasih kunjungan/komentarnya,
Saya sangat salut atas apresiasi dan ‘tingginya rasa penasaran’ anda untuk mengetahui/menguak misteri “PUSAT” Alam-Semesta, yang mana sayapun tidak mampu.
========TAN KENA KINAYA APA=======
ranah yang tidak bisa diperumpamakan seperti apa
ranah dimana seluruh aksara dan bahasa…..sirna
didasari kesadaran ini, iklan Boeing…sangat menyentuh kita semua
=======MA GA BA THA NGA=======
adalah ranah penuh toleransi, dimana kita bisa ber-andai2, berimajinasi, berteori dalam keaneka-ragaman perspektif dan keaneka-ragaman persepsi,
dalam frame ini, diharapkan egoisme/fanatisme/kecenderungan pribadi…terkendali.
Matur nuwun…Rahayu
Http://roufiei.blogspot.com
teori fisikane leres, tapi ojo sampek teori fisika lan kimia (sains) kwi ndadosake kito dados pemeluk agama scientologi yang cuma percaya pada hukum alam dan menganggap alam semesta adalah tuhan.
Tuhan bukan materi.
Dalam syamsul ma’arif kubro tertulis, Tuhan adalah alhaq. Dan alhaq adalah ruh. Dan ruh ketika masuk kepada proton dan neutron menjadi rih (angin), angin mengumpulkan uap jadi hujan.
Firman alloh, dan kami tiupkan ruh kami (kepada neutron dan proton) lalu kami daripadanya (maksudnya hujan) kami tumbuhkan tumbuh2an. Lalu apa sebenarnya ruh itu, apakah ruh adalah cahaya?
Benda padat menurut harun yahya cuma kumpulan persepsi cahaya saja.
yth. Kidimas Pakpik,
injih…leres lan sarujuk sanget
oleh karena itulah pada blog-header saya cantumkan :
TAN KENA KINAYA APA – MA GA BA THA NGA
kita semua hanya mampu ‘bermain’ dalam matra atau ranah MA GA BA THA NGA…….
Matra/ranah ‘bermain’ disertai semangat saling bertoleransi sesuai perspektif, persepsi dan kesadaran keterbatasan kita…
Sumangga dipun sekeca’aken pinarak dengan suguhan sangat sederhana di ‘gubug-penceng’ ini
Matur nuwun sanget… sampun karsa pinarak ing mriki
Rahayu…….